Mission Care
BATAM, 30 Januari 2026 – Mengakhiri bulan pertama di tahun 2026, sebuah langkah nyata kepedulian sosial telah berhasil dituntaskan melalui program “Mission Care”. Kegiatan yang merupakan kolaborasi strategis antara Real Care, Sekolah Tinggi Teologi (STT) Real Batam, dan GBI Rayon Misi 20 ini secara resmi menyelesaikan misi kemanusiaannya bagi masyarakat terdampak musibah di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selama 12 hari penuh, mulai dari 19 hingga 30 Januari 2026, tim bergerak menyisir daerah-daerah yang membutuhkan sentuhan kasih dan bantuan darurat sebagai respon atas dampak bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut.
Persiapan misi besar ini diawali dengan serangkaian rapat koordinasi intensif yang dimulai sejak ditetapkannya Surat Keputusan pada 5 Januari 2025. Dalam rapat-rapat teknis tersebut, tim mematangkan strategi pemetaan logistik, jadwal lapangan, hingga protokol kesehatan. Kegiatan ini melibatkan delegasi sebanyak 24 personel lintas disiplin, mulai dari unsur pimpinan kampus, dosen, tenaga medis (dokter dan bidan), hingga mahasiswa dan relawan. Keberagaman latar belakang tim ini memastikan bahwa pembahasan dan eksekusi di lapangan tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga aspek pendampingan psikososial dan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Misi kemanusiaan ini menjangkau titik-titik krusial di Provinsi Aceh, termasuk Desa Punke dan Desa Kala Wih Ilang, serta wilayah Sibolga di Sumatera Utara dan daerah terdampak di Sumatera Barat. Selama pelaksanaan, tim menyalurkan ribuan paket bantuan sosial yang terdiri dari sembako, kasur, selimut, hingga peralatan dapur lengkap dengan kompor gas. Tidak hanya itu, tim medis yang tergabung dalam rombongan juga memberikan pelayanan pengobatan gratis dan konsultasi kesehatan umum bagi ratusan warga yang akses kesehatannya terganggu pasca-bencana, memastikan bahwa kehadiran relawan memberikan dampak kesehatan yang langsung terasa.
Dalam wawancara di lokasi kegiatan, Ketua Tim Mission Care, Prof. Dr. F. Irwan Widjaja, M.A.I.E., Ph.D, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan teologis. “Kehadiran kami di sini adalah untuk menghadirkan solidaritas dan kasih yang nyata di tengah penderitaan sesama. Melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, STT Real Batam ingin memastikan bahwa ilmu dan iman yang kami miliki bertransformasi menjadi tindakan nyata yang meringankan beban masyarakat. Kami hadir bukan untuk datang lalu pergi, melainkan untuk membangun harapan kembali di wilayah-wilayah terdampak ini,” tuturnya dengan penuh dedikasi.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Tim Mission Care, Willy Candra Goh, S.Th, memaparkan secara detail mengenai sasaran dan maksud dari rangkaian kegiatan ini. Beliau menjelaskan bahwa sasaran utama adalah komunitas yang secara geografis sulit dijangkau namun memiliki tingkat kerusakan yang signifikan. “Tujuan utama kami adalah pemulihan akses kebutuhan dasar dan penguatan komunitas lokal. Dengan membawa 24 personel yang kompeten, kami ingin memastikan setiap bantuan yang diberikan tepat sasaran dan setiap pasien mendapatkan penanganan medis yang layak. Data yang kami kumpulkan selama peninjauan lapangan ini juga akan menjadi fondasi untuk perencanaan program berkelanjutan di masa depan,” jelas Willy.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ini telah berjalan dengan tertib dan mendapat sambutan yang sangat hangat dari masyarakat setempat. Keberhasilan Mission Care tahun 2026 ini menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan, lembaga sosial, dan organisasi keagamaan dapat menciptakan ekosistem bantuan yang efisien dan menyentuh sisi kemanusiaan yang paling dalam. Melalui penyusunan berita acara pada hari ini di Batam, program ini dinyatakan selesai dengan hasil yang melampaui ekspektasi, meninggalkan jejak kebaikan dan hubungan persaudaraan yang erat antara tim relawan dengan masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.



