
Tuntaskan Amanat Agung, STT REAL Batam Resmi Utus 143 Lulusan Lintas Denominasi pada Wisuda XIV
Mengukuhkan perannya sebagai pusat pendidikan teologi yang berdampak global, Sekolah Tinggi Teologi (STT) REAL Batam sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda XIV pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Bertempat di Aula Utama GBI House of Glory (HOG) Batam, perhelatan akbar ini mengusung tema sentral “Menuntaskan Amanat Agung”. Acara yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremoni pelepasan akademik biasa, melainkan sebuah wujud akuntabilitas institusi sekaligus pengutusan pelayanan secara nyata agar para lulusan segera terjun ke tengah masyarakat.
Dalam perhelatan membanggakan ini, STT REAL Batam secara resmi mewisuda 143 peserta yang tersebar di berbagai strata pendidikan tinggi. Kelulusan tersebut merangkum 33 lulusan S1 Teologi Kependetaan, 64 lulusan S1 Pendidikan Agama Kristen, 6 lulusan S1 Pendidikan Kristen Anak Usia Dini, 21 lulusan S2 Teologi, 10 lulusan S2 Pendidikan Agama Kristen, 4 lulusan S3 Doktor Teologi, 4 lulusan Sertifikat Teologi Bisnis Eksekutif, serta penganugerahan satu gelar Doktor Honoris Causa. Ketua Panitia, Dr. Agiana Her Visnhu Ditakristi, M.Th., memaparkan bahwa esensi acara kelulusan ini didesain sedemikian rupa agar disadari sebagai garis start pengabdian yang baru, bukan garis akhir pembelajaran.
Keberagaman profil lulusan tahun ini menjadi bukti sahih bahwa kampus telah bertumbuh pesat menjadi wadah perjumpaan interdenominational family yang menjangkau batas-batas budaya dan geografis. Para wisudawan dilaporkan berasal dari 13 provinsi di Indonesia—mulai dari Kepulauan Riau, Sumatera Utara, hingga Papua—serta turut meluluskan mahasiswa internasional dari berbagai wilayah strategis di Malaysia. Di samping itu, mereka tercatat mewakili lebih dari 25 denominasi dan jaringan gereja yang berbeda, menegaskan posisi STT REAL Batam sebagai rujukan lintas gereja dalam mencetak pendidik dan pelayan berintegritas tinggi.
Menyikapi esensi dari pengutusan tersebut, Pdt. Dr. (H.C.) Kepas Sihombing, S.Th., membagikan orasi ilmiah yang secara tajam membedah landasan teologis dari mandat pemuridan. Ia menegaskan bahwa tugas misi atau Missio Dei harus segera bertransformasi dari sekadar kewajiban moral administratif menjadi sebuah gaya hidup yang adaptif. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat para lulusan akan langsung berhadapan dengan era digitalisasi dan kemajemukan di Indonesia, di mana penyampaian kasih dan hikmat harus dilakukan dengan penuh penghormatan.
Mewakili unsur pimpinan akademik, Wakil Ketua I Bidang Akademik STT REAL Batam, Dr. Fredy Simanjuntak, M.Th., menyampaikan pandangannya terhadap pencapaian mahasiswa. “Kehadiran lulusan dari tingkat Sarjana hingga Doktor membuktikan kuatnya kontribusi kampus dalam melahirkan pemikir dan pemimpin yang siap menjawab tantangan kontemporer. Hari ini kita tidak hanya menyaksikan pemberian gelar, tetapi sedang mengutus duta-duta Kerajaan Allah. Kami sangat berharap seluruh lulusan ini terus menjadi pribadi yang R.E.A.L.—Relevant, Excellent, Authentic, dan Life-Transforming—hingga ke ujung bumi,” tegasnya.
Dukungan sinergis juga disuarakan oleh elemen yayasan, yang melihat proses pendidikan ini sebagai investasi peradaban jangka panjang. Ketua Yayasan Pendidikan Real Batam, Dr. Rikson Situmorang, M.Ak., M.Th, menekankan bahwa pendidikan karakter di kampus ini harus berani diaplikasikan secara gamblang di masyarakat. Ia bahkan mengutip falsafah kebersamaan dari suku Batak, mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan melayani hanya dapat diraih bila ada kesepakatan untuk maju bersama dan saling memberkati.
Sebagai manifestasi nyata dari daya ubah pendidikan tersebut, Dr. Ronald Sianipar, M.Th., hadir mewakili wisudawan untuk membagikan testimoni perubahan hidupnya yang amat menyentuh. Merangkum makna pembelajarannya, ia menuturkan, “Pendidikan teologi di sini sangat aplikatif, bahkan ketika kita berada di dunia sekuler. Tuhan justru bekerja paling efektif saat kita berada di lembah pembentukan; dan kelak di masyarakat, kesuksesan kita bergantung pada seberapa mampu kita membangun kolaborasi serta terus bersikap rendah hati,” pesannya. Seluruh rangkaian Sidang Senat ini pada akhirnya ditutup secara paripurna oleh Ketua Senat Prof. Dr. Hendrik B. Tetelepta, M.Pd., sekaligus menandai kesiapan 143 hamba Tuhan untuk menebar kebaikan di ladang pengabdian masing-masing.



