KEGIATAN SUASANA AKADEMIK “EDU TALK”
- Posted by Justin Waruwu
- Categories REAL NEWS
- Date October 27, 2025
- Comments 0 comment
KEGIATAN SUASANA AKADEMIK “EDU TALK”
Platfrom Edu Talk menjadi suatu wadah bagi mahasiswa untuk terus meningkatkan Kompetensi dan Refleksi Teologis dalam Dunia Pendidikan Agama Kristen, dimana dalam kegiatan ini akan mengangkat topik-topik yang relevan dalam kebutuhan kompetensi mahasiswa dalam pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Batam. Seminar ini merupakan bagian dari komitmen Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam untuk terus menjadi pusat pengembangan pemikiran dan praktik pendidikan Kristen yang kontekstual, kreatif, dan berbasis nilai-nilai Injil.
Batam, 27 Oktober 2025 Sekolah Tinggi Teologi REAL Batam menyelenggarakan Seminar Pendidikan “Edu Talk”. Kegiatan ini dipandu oleh Master of Ceremony (MC) Andilestari Gurusinga, S.Th, dan menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten di bidangnya yakni: Dr. Ardianto Lahagu, M.Pd, membawakan materi berjudul “Pengelolaan Kelas dan Dasar-dasar Komunikasi”, yang menekankan pentingnya keterampilan guru dalam membangun iklim kelas yang positif, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Materi ini menyoroti bagaimana komunikasi yang baik antara guru dan siswa dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dan inspiratif. Dr. Manahan Uji Simanjuntak, M.Pd.K, membawakan topik “Mengkaji Kembali Fondasi Teologis Pendidikan Kristen: Refleksi Filosofis atas Deviasi, Distorsi, dan Degradasi Nilai.” Dalam pemaparannya, beliau mengajak peserta untuk meninjau ulang dasar teologis pendidikan Kristen di tengah perubahan nilai, agar pendidikan tidak kehilangan arah spiritual dan moralnya.
“Edu Talk menjadi wadah bagi komunitas akademik untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga merenungkan kembali nilai-nilai iman Kristen dalam konteks pendidikan masa kini,” ujar Ketua Program Studi Pendidikan Agama Kristen STT REAL Batam, Dr. Haposan Simanjuntak, M.Pd dalam sambutannya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik dan calon pendidik mampu mengintegrasikan kompetensi profesional dengan refleksi teologis, sehingga pendidikan Kristen dapat tetap relevan, bermakna, dan berdampak bagi generasi muda di tengah tantangan era digital.








